Pantai Berpasir, Saksi Berbagai Keindahan yang Terancam Jadi Kenangan

Pantai Berpasir, Saksi Berbagai Keindahan yang Terancam Jadi Kenangan

28.000 Km2 daratan di pesisir telah tertelan laut, lebih dari sepertiga pantai dunia akan lenyap dalam 79 tahun.

***

Pantai, terutama pantai berpasir, menjadi lokasi primadona untuk menghabiskan waktu liburan atau berkunjung sesaat untuk menghapus jenuh. Bagaimana tidak, sejuknya hembusan angin, desiran ombak, cahaya keemasan terbenamnya mentari, dan cantiknya biota laut selalu mampu menahan kita untuk tinggal lebih lama. Selain cantik, ia juga cukup kuat untuk menjadi sandaran penghidupan bagi masyarakat pesisir. Mulai dari nelayan, pekerja di pusat-pusat fasilitas pariwisata, pedagang makanan, hingga penjaja oleh-oleh.

Namun, lokasi wisata favorit kita itu kini sedang dalam bahaya. Berdasarkan jurnal Nature Climate Change, setengah pantai berpasir di dunia terancam hilang, yang salah satunya didorong oleh kenaikan muka air laut dampak krisis iklim.[1] Dikutip dari The Conversation, masih berdasarkan jurnal yang sama, emisi gas rumah kaca global diproyeksikan akan memuncak sekitar tahun 2040, dan mengakibatkan lebih dari sepertiga (37%) pantai di dunia akan hilang pada tahun 2100.

Jangan dulu terlena seolah bencana tersebut masih jauh di masa depan, nyatanya pantai berpasir telah tergerus sejak puluhan tahun lalu. Para peneliti menganalisis citra satelit perubahan garis pantai dunia sejak 1984 hingga 2016, dan menemukan bahwa seperempat dari pantai berpasir di seluruh dunia telah tergerus erosi dengan tingkat kerusakan 0,5 meter per tahun. Erosi tersebut telah menyebabkan sekitar 28.000 kilometer persegi daratan ditelan laut.

Sebuah kenyataan pahit bagi kita, penduduk negara dengan panjang garis pantai 95.181 kilometer. Negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dimana banyak di antaranya adalah pantai berpasir cantik, sebut saja Gili Trawangan, Pantai Ora di Seram dan Pink Beach di Pulau Komodo. Bayangkan cucu kita kelak hanya bisa menikmati indahnya pantai-pantai berpasir dari potret, karena setelah dihantam krisis iklim habis-habisan yang tersisa hanya kenangan. Lalu, kita pun terlalu malu untuk mengatakan pada mereka bahwa kita tak cukup melakukan usaha di masanya.

“Bayangkan lautan biru tanpa pantai nan ayu… Tanpa mu waktuku hampa.. ” -Lagu Ardhito Pramono

Sumber :

Vousdoukas, M.I., Ranasinghe, R., Mentaschi, L. et al. Sandy coastlines under threat of erosion. Nat. Clim. Chang. 10, 260–263 (2020). https://doi.org/10.1038/s41558-020-0697-0

Setengah pantai dunia bisa hilang akibat kenaikan muka air laut pada tahun 2100, theconversation.com, 24 Maret 2020

6 Pulau di Jakarta hilang akibat abrasi dan pencurian pasir, merdeka.com, 19 Desember 2014.

KKP. 2019. Laut Masa Depan Bangsa, Mari Kita Jaga. Siaran pers.

 

[1] https://www.nature.com/articles/s41558-020-0697-0

No Comments

Post A Comment