Desa-Desa di Indonesia Dihantui Bencana Gelombang Pasang

Desa-Desa di Indonesia Dihantui Bencana Gelombang Pasang

Krisis iklim membawa indonesia pada berbagai ancaman bencana. Salah satunya, kenaikan permukaan air laut, yang turut menyebabkan bencana mulai dari abrasi liar,  banjir rob dan gelombang pasang. Lagi-lagi, masyarakatlah yang terdampak.

*** 

Penjaga laut, gelombang pasang normalnya disebabkan oleh posisi Bumi terhadap Bulan dan Matahari, tetapi perubahan iklim telah menyebabkan gelombang laut berubah. Iklim yang berubah mendorong perubahan pola angin, yang akhirnya berdampak pada perubahan kondisi gelombang laut secara global.

Dampak  gelombang pasang tidak bisa diremehkan. Bencana ini tidak hanya menghancurkan bangunan fisik seperti rumah dan gudang ikan nelayan, tetapi juga merobohkan perekonomian masyarakat pesisir. Di saat sumber daya perikanan terdampak perubahan iklim, gelombang pasang membawa persoalan tambahan bagi nelayan–isu keselamatan.

Padahal lebih dari separuh populasi penduduk Indonesia tinggal di kawasan pesisir yang tersebar di ratusan desa di seluruh penjuru Nusantara. Pada tahun 2019 saja, terdapat 729 desa yang diterjang gelombang pasang, dimana yang terbanyak terjadi di Nusa Tenggara. Nusa Tenggara dan area Kepulauan Maluku memang menjadi daerah di Indonesia yang paling rawan terhadap bencana laut akibat perubahan iklim. Namun tak berarti wilayah Indonesia lainnya bebas dari ancaman. Dikutip dari Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2020, sepanjang 2016-2018 13,1% dari total desa, atau setara dengan 1.685 desa terkena gelombang pasang. Secara umum pun, bencana gelombang pasang terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Jumlah desa terdampak gelombang pasang bukan sekedar angka statistik. Desa-desa tersebut adalah tempat tinggal bagi jutaan penduduk Indonesia. Pesisir bukan sekedar kawasan berpasir, ia adalah rumah bagi jutaan manusia menjalani hidup, membangun budaya, mencari makan, dan berbagi cerita kehidupan dengan keluarga. 

Sumber :

Statistik Sumber Daya Laut dan Pesisir 2020

No Comments

Post A Comment