Dear Laut,

anak-kecil-tersenyum

Dear Laut,

Konon, Februari adalah bulan kasih sayang. Kebanyakan orang selalu merayakannya dengan suka ria. Mereka punya cara masing-masing dalam mengungkapkan rasa cinta dan kasing sayang pada orang-orang terkasih. Jamaknya, kotak coklat dan hati menjadi simbol tetap di setiap gelaran hari cinta dan kasih sayang ini datang.

Tapi laut, pemberian mu tak berhenti di Februari atau terbatas pada lambang hati. Kau terus memberi kebaikan dan menjadi sumber kehidupan setiap hari. Cinta mu terbentang seluas cakrawala.

Laut, di tengah angka COVID-19 yang belum kunjung melandai kini, kau masih memberi kehidupan pada milyaran orang di muka Bumi. Kau  tetap memastikan kami dapat bernapas dengan menanggung 70% kebutuhan oksigen umat manusia, tak peduli seberapa jauh manusia tinggal dari laut. Padahal kau jugalah yang menyerap sekitar 50% emisi karbon dampak aktivitas kami.

Kau sangat pemurah. Laut telah menjadi sumber nafkah bagi banyak nelayan dengan menyediakan ikan tangkapan yang bisa dijual lalu menghasilkan uang. Berkat jasamu, kami bisa menyantap ikan-ikan yang sedap dan bergizi tinggi. Tak hanya itu, kau juga dengan rendah hati menyediakan ruang hidup bagi aneka ragam hayati.

Tanpa mu aku tak akan bisa hidup. Kau mengatur iklim dengan memegang 92 % air di Bumi. Kau pun tau kapan waktu yang tepat untuk menurunkan hujan dan waktu untuk kemarau, agar petani dapat memanen hasil taninya. Laut adalah penjaga. Kau menjaga suhu di Bumi tetap seimbang dan menjauhkan kami dari bencana.

Terima kasih laut! Aku akan membalas cinta dengan menjaga laut Indonesia.

No Comments

Post A Comment